Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Tuesday, May 10, 2011

Jesus is Lord


Suatu ketika ada seorang pendeta di datangi oleh seorang pria yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Pria itu berkata kepada pendeta itu:

Pria : Pak pendeta...saya tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan
Pendeta : o ya ?....kenapa anda tidak mempercayainya ?
Pria : Ya...karena dari sekian banyak orang Kristen yang saya temui, tidak
pernah memuaskan saya dengan penjelasan - penjelasannya.
Pendeta : Ada apa dengan penjelasan mereka ?
Pria : Mereka berkata bahwa Yesus bangkit. Tapi saya tidak melihat hal itu.Mereka berkata bahwa Yesus sanggup menyembuhkan penyakit. Tetapi yang saya lihat pendeta - pendata yang mengatasnamakan Yesus yang menyembuhkan penyakit.
Pendeta : Terus ?
Pria : Ya...saya tetap tidak percaya. Bahwa itu Yesus yang menyembuhkan.
Pendeta : Pernahkah anda membaca Alkitab ?
Pria : Saya pernah membacanya tetapi tidak semuanya.
Pendeta : Maukah saya tunjukkan bukti dari kehidupan dan bukti itu diambil dari kisah di Alkitab tentang Yesus ?
Pria : Saya mau. Seandainya bukti yang bapak pendeta berikan benar - benar memuaskan saya, maka saya akan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.
Pendeta : Anda lihat pohon di depan gereja itu ?
Pria : Ya saya melihatnya.
Pendeta : Maukah anda mematahkan satu ranting dari pohon itu dan membawanya kemari ?
Pria : Ok....akan saya lakukan

Lalu pria itu mematahkan satu ranting dari pohon di depan Gereja dan membawanya kepada pendeta.

Pendeta : Baik sekali yang anda lakukan.
Pria : Terus ??????
Pendeta : Sekarang kembalikan ranting ini ke pohon itu seperti sediakala sebelum dipatahkan.
Pria : Ha...ha...ha....bapak pendeta melawak ya ? tidak ada satupun manusia yang mampu melakukannya.
Pendeta : Kalau begitu siapa yang sanggup melakukannya ?
Pria : Hanya Tuhan yang mampu mengembalikan seperti sediakala.
Pendeta : Ok....anda menjawab dengan benar. Mari kita bersama - sama membaca Alkitab.

Mulailah pendeta itu membuka kisah tentang Yesus di dalam Lukas 22 : 47 – 51

22:47. Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. 22:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?" 22:50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. 22:51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Pendeta : Telinga hamba Imam Besar itu seperti ranting pohon yang telah anda patahkan. Dan Yesus mengembalikan telinga itu seperti sediakala. Setelah membaca kisah ini masihkah anda tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan ?
Pria : ???????.....ya....saya percaya.
Pendeta : Kalau begitu...percaya jugalah bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Walau anda tidak melihatnya, namun anda harus mempercayainya.
Pria : Ya....Yesus adalah Tuhan.....terima kasih bapak pendeta. Saya tidak ragu lagi.....halleluya....

" 2 KOR 5 : 7 sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat "
source - sabdaspace - hizkia

Wednesday, March 3, 2010

Paku Penyaliban Yesus Ditemukan?


INILAH.COM, Jakarta - Sebuah paku yang berasal dari zaman penyaliban Kristus telah ditemukan di sebuah benteng terpencil, diyakini pernah menjadi benteng Knights Templar atau tentara Kristus.

Paku sepanjang empat inci itu dianggap salah satu dari ribuan yang digunakan untuk penyaliban oleh kekaisaran Romawi.

Arkeolog percaya paku itu berasal dari abad pertama atau kedua Masehi.

Paku itu ditemukan terakhir musim panas di dalam kotak hias di sebuah benteng di pulau kecil Ilheu de Pontinha, lepas pantai Madeira. Pontinha dianggap dikuasai oleh para Knights Templar, ordo religius yang merupakan bagian dari kekuatan Kristen yang menduduki Yerusalem selama Perang Salib di abad ke-12.

Arkeolog Bryn Walters mengatakan paku besi itu dalam kondisi luar biasa dan diasumsikan ditangani secara hati-hati, seolah-olah itu adalah sebuah peninggalan.

"Ini berasal dari abad pertama hingga kedua," katanya kepada Daily Mirror.

Sementara orang akan mengharapkan permukaannya kasar tapi permukaan paku itu terasa halus.Hal itu menunjukkan bahwa banyak orang telah memegang benda itu selama berabad-abad, dengan asam di tangan memberinya permukaan yang aneh.

Paku itu ditemukan bersama dengan tiga kerangka dan tiga pedang. Salah satu pedang memiliki salib Knight Templar tertera di atasnya.[ito]
Sumber: http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/03/04/379892/paku-penyaliban-yesus-ditemukan/

Wednesday, September 9, 2009

Bunga Bakung



Mat. 6:29 Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Tuhan Yesus mengambil suatu contoh dari alam pula. Ia mengatakan "perhatikanlah bunga bakung di ladang". Kata Yunani "αγρος - agros" bisa berarti "ladang/sawah", juga dapat berarti semua tempat di luar kota dan di luar kampung ( country, farm, piece of ground, land. ). Kata "αγρος - agros", lebih baik di sini dalam makna ke dua, yaitu tempat-tempat lereng-lereng gunung di Palestina, yang pada bulan Februari dan Maret diliputi bunga-bunga yang tumbuh sendiri. Karena ladang/ sawah di daerah Palestina ditanami gandum.

"Bunga bakung/ bungan Lily" mungkin juga terjemahan yang kurang tepat, sebab bunga itu "jarang" terdapat di Palestina. Banyak penafsir berpendapat bahwa apa yang dimaksudkan ialah bunga anemone, yang banyak sekali di lereng gunung pada bulan Februari dan Maret, dengan warnanya yang ungu, sama dengan pakaian kebesaran seorang raja. Pada bulan April di Palestina hawa menjadi panas dan hujan berhenti, sehingga bunga dan daun dari anemon Itu layu. Kemudian dipakai untuk memanaskan dapur. Kalau dapur harus panas agak lama, dengan sendirinya kayu yang perlu, tetapi daun-daun yang kering dapat dipakai supaya api menyala sebentar dengan keras. Dalam ayat 30 kata "rumput" berarti bunga-bunga anemone itu.
Apa yang dimaksud dalam ayat 29 merujuk kepada Raja Israel Salomo yang terkenal akan kekayaannya, bunga anemone yang begitu singkat umurnya, dan yang tidak lama kemudian ikut terpotong bersama rumput yang dipakai sebagai bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan manusia (lihat Yakobus 1:11). Bunga itu, kata Yesus, mempunyai "pakaian" lebih bagus daripada Salomo, raja yang kaya itu. Dan semuanya itu oleh sebab pemeliharaan Tuhan; karena bunga itu tidak bekerja dan tidak memintal untuk memperoleh "pakaian" tsb. Jikalau Tuhan sedemikian rupa memelihara bunga yang dianggap sebagai tidak berharga, maka pastilah Bapa di Sorga akan memberi pakaian kepada anak-anak-Nya yang percaya akan Dia dan yang mau taat kepada-Nya.

Frasa "hai orang yang kurang percaya" dalam ayat 30, ungkapan ini dipergunakan 4 kali dalam Injil Matius, satu kali dalam Injil Lukas, sebagai dorongan pertumbuhan maupun tegoran : Jangan menjadi orang yang kurang percaya! Jangan menjadi kuatir dan gelisah!

Dapatlah dimengerti apabila bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, hidup dalam kekuatiran, sebab mereka tidak mengenal Bapa di Sorga. Tetapi pengikut-pengikut Yesus tahu tentang Bapa di Sorga, yang mengenal kebutuhan anak-anak-Nya.

Semuanya itu tidak berarti, bahwa anak-anak Allah harus berlipat tangan. Dalam Perjanjian Baru dengan cukup jelas dikatakan bahwa orang Kristen harus bekerja (lihat 2 Tesalonika 3:6-12), kita tahu bahwa bekerja adalah hal lain daripada kekuatiran. Kita baca teladan dari Rasul Paulus demikian :


* 2 Tesalonika 3:6-12
3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.
3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.

Paulus dalam kesibukan pelayanannya, ia tetap bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Ia, walaupun mempunyai hak sebagai gembala jemaat dan pemberita Injil untuk menerima "upah" atau persembahan/ sokongan dari jemaat, namun ia memilih menjadi seorang "amateur" oleh karena kecintaannya kepada Allah dan pelayanan kepadaNya. Ini adalah teladan yang sungguh amat baik.
source: www.akupercaya.com

Thursday, April 3, 2008

KERANJANG ARANG & ALKITAB

Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya.Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.Suatu hari sang cucu nya bertanya, "Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?"
Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek , percuma!" "Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek. Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. "Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM. "Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB.Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita."